LINGKUNGAN DAN URGENSINYA DALAM MAPEL BIOLOGI
Wacana pembelajaran menggunakan lingkungan sebagai konteks dan sumber belajar, telah mengemuka seiring dengan meningkatnya tuntutan perbaikan kualitas pembelajaran. Pembelajaran biologi yang mengakomodasi lingkungan untuk konteks dan sumber belajar, diyakini mampu memperbaiki kualitas pembelajaran biologi dan perbaikan hasil belajar para siswanya. Namun, berapa persen wacana itu terimplementasi; berapa persen implementasi wacana itu mampu menjawab tuntutan perbaikan tersebut, adalah menjadi pertanyaan yang menggelitik. Lingkungan menurut Munadjat D. (1984) adalah semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. Dalam definisi yang lain, lingkungan diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya (Soeriaatmadja R.E., 1997).Definisi-definisi tentang lingkungan tersebut memperlihatkan betapa luasnya kawasan dan cakupan lingkungan. Lingkungan dengan pengertian dan definisi tersebut tentu sangat menyulitkan dan memberatkan guru biologiuntuk mengakomodasinya dalam pembelajaranbiologi, kecuali ia memahaminya. Tuntutan meaningful learning,joyful learningdan, contextual learning, (dianggap) dapat dipenuhi antara lain dengan mengakomodasi lingkungan sebagai sumber, bahan, dan konteks belajar. Definisi mengenai lingkungan tersebut di atas, memang memungkinkan serta rasional apabila materi lingkungan lebih banyak diintegrasikan ke dalam matapelajaran biologi di sekolah. Sehingga, matapelajaran biologi perlu banyak menggunakan lingkungan sebagai bahan, konteks, dan sumber belajar. Sebagai dampak dari persepsi-persepsi ini, maka outdoor learning, outbond,pembelajaran berbasis projek, pendekatan lingkungan, pembelajaran berwawasan STSE, dan istilah serupa lainnya, ramai diwacanakan untuk diakomodasi oleh guru biologi(McGlashan et al., 2007). Tentu ini bukan hal yang salah, sepanjang dipilih dan digunakan secara benar serta proporsional. Beberapa alasan positif penggunaan lingkungan sebagai bahan, konteks, dan sumber belajar, adalah
- lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar,
- Penggunaaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna dan fungsional, sebab anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya,
- interaksi yang intensif dengan alam sekitar lebih cenderung menyiapkan perasaan dekat dan positif bagi siswa terhadap berbagai fenomena alam,
- memberikan tantangan untuk berpikir kritis dan ber-problem solving, karena lingkungan menyediakan permasalahan yang ill-structureddan kompleks
Komentar
Posting Komentar