Metode Ilmiah Dalam Studi Biologi
Pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah-langkah tertentu dengan urutan tertentu untuk mencapai pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmu untuk menguji keajegan dan kemantapan internalnya. Artinya jika penelitian ulang dilakukan orang lain dengan menggunakan langkah-langkah dan kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang sama atau hampir sama dengan penelitian yang terdahulu. Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi setiap orang yang menelitinya, karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi, bias dan perasaan peneliti. Kesimpulan yang diambil bukan subjektif tetapi objektif. Dengan pendekatan ilmiah orang berusaha untuk memperoleh kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang ingin mengujinya (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1983).
Langkah-langkah tertentu yang digunakan dalam penelitian ilmiah dikenal dengan metode ilmiah. Menurut Jujun S. Suriasumantri (1984), Langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut :
- Perumusan masalah, merupakan pertanyaan mengenai objek yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
- Penyusunan kerangka berpikir dalam mengajukan hipotesis, merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengatur dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan pernyataan-pernyataan ilmiah yang diuji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahannya.
- Perumusan hipotesis, merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan data kerangka berpikir yang dikembangkan.
- Pengujian hipotesis, merupakan pengumpulan fakta-fakta yang sesuai dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
- Penarikan kesimpulan, merupakan penilaian apakah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Jika dalam proses pengujian hipotesis terdapat fakta yang cukup banyak yang mendukung hipotesis tersebut diterima. Sebaliknya jika tidak cukup fakta yang mendukung maka hipotesis tersebut ditolak.
Metode ilmiah mulai dikembangkan pada abad ke-15 dan 16. Namun penggunaan metode ilmiah lengkap lebih banyak digunakan oleh ahli-ahli dalam bidang fisika dan kimia. Hal ini yang menyebabkan mengapa perkembangan fisika dan kimia lebih cepat daripada biologi. Penerapan metode ilmiah secara lengkap dalam di bidang biologi baru dimulai setelah Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berisi teori evolusi pada tahun 1859. Sebelum massa Darwin, studi tentang biologi (makhluk hidup) lebih banyak berdasarkan kepada kepercayaan dan filsafat para ahli, jarang yang dipelajari berdasarkan pengamatan langsung. Misalnya pada masa Aristoteles diyakini suatu kebenaran bahwa cacing berasal dari tanah, belut berasal dari lumpur, belatung berasal dari daging dan sebagainya (Michael Ruse, 1982).
Dalam kurun waktu sebelum Darwin tersebut studi tentang biologi (makhluk hidup) tidak dapat dipelajari dengan metode ilmiah seperti yang digunakan untuk mempelajari fisika dan kimia. Sedangkan dalam menyusun teorinya, Darwin menggunakan metode ilmiah yang sama dengan metode ilmiah yang digunakan oleh para ahli fisika dan kimia. Sejak saat itulah, studi tentang biologi dengan menggunakan metode ilmiah berkembang cukup pesat yang akhirnya menghasilkan cabang-cabang biologi seperti botani, zoologi, fisiologi dan sebagainya.
Seorang peneliti dalam menyelesaikan sebuah atau suatu permasalahan pada sebuah penelitian hendaknya diselesaikan dengan menggunakan sebuah metode, yang dikenal dengan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan olehseorang ilmuan dalam melakukan suatu penelitian. Metode ilmiah terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut :
- Pengamatan atau observasi Penelitian terhadap anggota gerak bebas pada mamalia dapat diawali dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap mamalia yang ada di sekitar kita seperti manusia, anjing, kucing, kerbau, sapi, kambing dan kelinci hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua mamalia mempunyai dua pasang anggota gerak bebas. Satu pasang berupa anggota gerak bebas bagian depan (anterior) dan satu pasang berupa anggota gerak bebas bagian belakang (posterior).
- Penyusunan hipotesis Dari hasil pengamatan tersebut dapat disusun hipotesis sebagai berikut. "Semua mamalia mempunyai dua pasang anggota gerak bebas yang terdiri atas sepasang anggota gerak bebas anterior dan sepasang anggota gerak bebas posterior".
- Pengujian hipotesis Untuk menguji hipotesis tersebut, dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap anggota mamalia yang lain seperti kelelawar, tikus, beruang, anjing laut, singa laut, harimau, kijang, dan gajah. Hasil pengamatan ternyata mendukung hipotesis yang disusun. Ikan paus termasuk mamalia, seharusnya ikan paus juga mempunyai 2 pasang, anggota gerak bebas. Dalam pengamatan lebih lanjut terhadap ikan paus, ternyata ikan paus hanya mempunyai sepasang anggota gerak bebas depan (anterior), Dengan demikian, hipotesis yang disusun harus dimodifikasi menjadi: "Semua mamalia kecuali ikan paus mempunyai dua pasang anggota gerak bebas" atau "Semua mamalia mempunya dua pasang anggota gerak bebas atau kurang". Pengamatan dapat dilakukan terus terhadap anggota mamalia yang lain jika masih ada, misalnya ikan duyung. Ternyata ikan duyung juga hanya mempunyai sepasang anggota gerak bebas. Dengan demikian hipotesis yang disusun harus dimodifikasi lagi menjadi "Semua mamalia kecuali ikan paus dan ikan duyung mempunyai dua pasang anggota gerak bebas". Hipotesis akhir tersebut dapat digunakan untuk menduga atau memprediksi bahwa penemuan-penemuan anggota mamalia yang lain akan mempunyai dua pasang anggota gerak bebas atau kurang dan tidak ada mamalia yang mempunyai tiga pasang anggota gerak bebas (Stephen L. Wolfe and G. Tyler Miller, 1977).
Komentar
Posting Komentar