Langsung ke konten utama

PROFIL PEMBELAJARAN BIOLOGI

PROFIL PEMBELAJARAN BIOLOGI

  
Tentu pembelajaran biologi tidak harus selalu menggunakan lingkungan sebagai bahan, sumber, dan konteks pembelajaran. Pembelajaran dalam arti yang luas, yang mengandung nilai keefektifan yang tinggi, adalah yang langsung dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk dari lingkungan sekitar, bukan terbatas di dalam kelas. Pembelajaran biologi semestinya tidak hanya fokus pada aspek pemahaman atau pengertian, akan tetapi sampai pada tingkat kompetensi, yaitu dapat melakukan, dapat mengerjakan, dapat mempraktikkan, mengimplemen-tasikanatau menerapkan. Dalam kaitan ini, Wuryadi (2009) berpendapat pembelajaran mengandung konsekuensi untuk menciptakan kondisi agar memungkinkan siswa melakukan serangkaian kegiatan. Sifat pembelajaran menjadi sangat dinamis, terbuka, dan menumbuhkan partisipasi aktif, akuntabilitas, responsibilitas, reflektif dan etis. Kegiatan seperti ini tidak dapat dilakukan dengan menempatkan guru sebagai sentral (teacher-centered), akan tetapi justru menumbuhkan kapasitas peserta didik dan memperhatikan potensi dan kebutuhan siswa (student-centered). Terkait dengan materi lingkungan, siswa perlu difasilitasi agar secara reflektif menangkap persoalan lingkungan yang hakiki dilingkungannya, dan dengan cara eksploratif (induktif dan deduktif) menemukan alternatif-alternatif solusi persoalan lingkungan tersebut.Dengan memperhatikan hakikat pembelajaran sains, guru biologi perlu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif melakukan proses sains. 

Pembelajaran biologi di sekolah tidak saja dilakukan agar siswa dapat mempelajari/ memahami konsep-konsep, teori-teori biologi, melainkan juga memfasilitasi siswa agar mereka dapat mempelajari bagaimana konsep/teori itu ditemukan. Tentu ini tidak mudah. Namun pemikiran Ki Hajar Dewantoro tentang tipe kepemimpinan, dapat menginspirasi salah satu model pembelajaran biologi (Djohar, 2012). Gambaran pembelajaran biologi, bagaimana peran guru, peran siswa, dan posisi sumber belajar perlu ditata dan diorganisasi dengan lebih baik. Dalam pembelajaran biologi, fungsi guru biologi semestinya bukan menjadi satu-satunya sumber ilmu, bukan menjadi sumber belajar, melainkan menciptakan peluang dan kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan berbagai obyek belajar sebagai sumber ilmu. Dalam hal ini, fungsi guru biologi menciptakan peluang dan kondisi untuk terjadinya kegiatan belajar. 
Tumpuan kepada pembelajaran untuk tidak hanya mampu meningkatkan kecerdasan dan keterampilan siswa, melainkan juga untuk membangun budi-pekerti dan atau karakter mereka, terus menguat. Setidaknya, dalam dekade terakhir ini, ada muatan tambahan agar pembelajaran, termasuk pembelajaran biologi, secara eksplisit juga diarahkan untuk pembangunan karakter (character building) siswa. Pembangunan karakter melalui pembelajaran biologi sebenarnya bukan sesuatu yang ganjil. Sesuai dengan hakikat pembelajaran sains tersebut terdahulu, adalah sangat memungkinkan melalui pembelajaran biologi akan dikembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, tanggung jawab siswa, dan berbagai macam sikap sains lainnya. Gerakan pembangunan karakter melalui pembelajaran juga menjadi trend di dunia barat sejak dekade yang lalu.

 Trilling & Hood (1999) dan YCCD (2005) mengusulkan Self-awareness and Interpersonal Skills, Communication, Personal Actions and Civic Responsibilitysebagai bagian dari learning outcome. Bahkan Benninga et al.(2003) dan John Annette (Annete J., 2005) telah meneliti korelasi pembelajaran sains dengan pembentukan karakter (civic) pada siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi di beberapa negara eropa.Meskipun pemerintah secara tegas telah me-launchingpengembangan karakter melalui pembelajaran, namun sampai dengan saat ini implementasinya belum menggembirakan. Beberapa dinas pendidikan juga telah menggerakkan guru di masing-masing wilayah kabupaten/kota, untuk turut membangun karakter siswa melalui semua matapelajaran, namun demikian gerakan ini belum optimal terimplementasikan dengan benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEL (Ruanglingkupbiologi-ireneyasinta)

Sel sebagai unit fungsional dan unit struktural terkecil pada organisme multiseluler akan selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, diantaranya adalah:  Mampu bereproduksi atau menghasilkan keturunan melalui pembelahan diri secara mitosis atau meiosis. Mampu memperoleh atau menghasilkan energi untuk kehidupannya melalui serangkaian proses respirasi sel di dalam mitokondria, energi ini berbentuk adenosin triphosphat (ATP).  Mampu memberikan respons/tanggapan terhadap stimulus/rangsang. Mampu melakukan pencernaan intra seluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) melalui serangkaian. Mampu bertumbuh dan berkembang bahkan berdiferensiasi. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang, berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Sebagai contoh; di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam sel yang berdiferensiasi menyusun suatu jaringan. Dari manakah berbagai macam...
Cabang Ilmu Biologi Objek kajian biologi meliputi manusia, hewan, tumbuhan, serta mikroorganisme yang dapat dilihat dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan bantuan alat, misalnya mikroskop. Biologi sebagai ilmu pengetahuan alam juga berkembang, sehingga objek kajian ilm u biologi semakin banyak. Para ilmuwan tidak sanggup lagi mempelajari secara mendalam seluruh kajian biologi sebagai satu objek studi yang akan dipelajari. Berdasarkan hal itu, maka ilmu biologi memiliki cabang ilmu spesifik dan objek kajian yang semakin khu sus untuk memudahkan cara pembelajarannya, mengingat pada umumnya seseorang hanya mampu mendalami salah satu cabang ilmu. Ibarat pohon, ilmu biologi memiliki cabang - cabang.

Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul dan Sel

Organisasi Kehidupan Tingkat  Molekul dan Sel   Para ahli biologi telah mempelajari tingkat-tingkat organisasi ini selama berabad-abad. Dalam abad ini dimana alat dan teknik sudah canggih, para biologiwan dapat menyingkap lebih jauh ke dalam kerumitan benda-benda hidup. Mikroskop elektron salah satunya, yang dapat menyingkapkan derajat struktur sub selular (organel) serta organisasinya. Perhatikanlah gambar 2 berikut ini, mikroskop cahaya dapat memperbesar benda/objek hingga 2000 kali, sedangkan mikroskop elektron dapat memperbesar benda/objek hingga 500.000 kali. Dengan alat dan teknik kimia pun, struktur sub selular (organel) ini dapat dipisahkan lagi menjadi makro molekul, molekul yang lebih sederhana, bahkan hingga atomatom (proton, neutron, dan elektron) yang membangunnya. Telah diketahui bahwa salah satu ciri yang paling khas pada organisme hidup adalah bahwa organisme dibangun oleh molekul yang mengandung atom karbon (C = carbon), hidrogen (H), da...